Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa Agar Orang Yang Dibenci Celaka


Ilmu Pembungkam Mulut Orang dengan Doa Membuat Orang Celaka | Posakti

Doa mencelakakan orang atau membuat orang celaka, tidak ada doa seperti ini. Yang demikian biasa disebut kutukan, atau umpatan, dan itu tidak perlu dilakukan. Akan lebih baik kalau kita selalu berdoa memohon kebaikan, mohon dibukakan pintu hati orang yang masih tidak sadar akan kesalahannya, agar dilapangkan pintu hatinya untuk saling memaafkan Berdoa merupakan keseharian umat Muslim, sebab ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Bahkan setiap anak diwajibkan memanjarkan doa untuk kedua orangtua masing-masing.

Berdoa adalah ajaran Nabi Muhammad sang Rasulullah SAW. Sementara orang yang mengamini doa orang lain, juga mendapat pahala.



Mengamini doa yang datang bukan dari diri sendiri juga pernah dilakukan Nabi Muhammad, yakni ketika ia mengamini tiga doa Malaikat Jibril.

Dikutip dari laman resmi Kemenag pada Kamis (30/4/2020), Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam memaparkan sebagai berikut:

Dari Jabir RA, bahwasanya Nabi Nuhammad SAW sang Rasulullah naik ke mimbar. Ketika naik ke anak tangga pertama, kedua, dan ketiga ia mengucapkan, “Amiin”.

Lalu para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, kami semua mendengar engkau berkata: Amiin, amiin, amiin. Nabi menjawab, ”Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril datang kepadaku dan berkata: Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan namun dosanya tidak diampuni. Maka Aku pun berkata: Amiin.

Kemudian Dia (Jibril) berkata: Celakalah seorang hamba, jika mendapati kedua atau salah satu orang tuanya masih hidup, namun keberadaan kedua orang tuanya tidak membuatnya masuk ke dalam surga. Aku pun berkata: Amiin.

Kemudian Dia (Jibril) berkata: Celakalah seorang hamba, jika namamu disebutkan dihadapannya tapi dia tidak bershalawat untukmu. Maka Aku pun berkata: Amiin.

(HR. Ibnu Khuzaimah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam shahih al-Tirmidzi)

Penjelasan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang doa malaikat Jibril terkait tiga amalan buruk yang balasannya diaminkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Ungkapan “Celakalah seorang hamba” setidaknya memiliki dua makna, yaitu: ungkapan kebencian terhadap orang yang lalai memanfaatkan peluang meraih kebaikan berlimpah dan buruknya etika seorang Muslim terhadap sosok atau sesuatu yang dimuliakan Allah SWT.

Obyek percakapan Malaikat Jibril AS dengan Rasulullah SAW dalam hadis ini adalah bulan Ramadan, kedua orang tua, dan Rasulullah SAW yang memiliki kemuliaan di sisi Allah SWT.

Memuliakan Bulan Ramadan

Kalimat “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan namun dosanya tidak diampuni”, menjelaskan sisi kemuliaan bulan Ramadan sebagai bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat, bulan penuh hidayah, bulan panen kebaikan, dan bulan yang mengembalikan manusia kepada fithrah.

Tetapi ironisnya, tidak sedikit umat Islam yang telah melewati bulan Ramadan namun kefithrahan jiwanya tidak kembali, justru “bebal” dalam kemaksiatan dan keburukan moral tanpa menoreh kebaikan. Oleh karena itu, malaikat Jibril langsung memberikan predikat “celaka”.

Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW menjelaskan keistimewaan bulan Ramadan yang tidak dimiliki bulan-bulan selainnya. Salah satunya hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu bentuk kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah ‘azza wajalla berfirman; “Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.” Dan orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan, (yaitu) kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kasturi.” (HR. Muslim).

Ramadan membuka pintu ampunan dosa seluas-luasnya. Ibadah puasa dan ibadah di malam hari yang dilakukan dengan penuh keimanan menjadi faktor utama pengampunan dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA,

"Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. (Hadis Shahih diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim)

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda;

"Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Memuliakan Orang Tua

Kalimat “Celakalah seorang hamba, jika mendapati kedua atau salah satu orang tuanya masih hidup, namun keberadaan kedua orangtuanya tidak membuatnya masuk ke dalam surga” menjelaskan sisi kemuliaan orangtua yang harus diperlakukan secara baik sepanjang hidupnya. Sisi kemuliaan orangtua tersebut ditegaskan dengan jaminan surga bagi anak yang setia membahagiakan dan merawatnya hingga akhir hayat.

Secara gamblang, Alquran menjelaskan dua perintah yang harus berjalan seiring dan tidak bisa dipisahkan, yaitu perintah menyembah Allah dan berlaku ihsan terhadap kedua orangtua serta perintah bersyukur kepada Allah dan kedua orangtua. Sebagaimana firman Allah SWT;

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak ." (QS. Al-Isra: 23)

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS Luqman:14)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Perintah berlaku ihsan dan berterimakasih kepada kedua orang tua merupakan kewajiban unlimited yaitu tanpa melihat batas usia orang tua, meski keduanya telah wafat maka perintah tersebut tetap melekat dalam diri seorang anak, tentunya dalam bentuk melanjutkan kebaikan keduanya, mendoakan, atau bershadaqah untuk keduanya.

Dalam sebuah hadits, suatu ketika, seorang sahabat bernama Jahimah pernah datang kepada Nabi Muhammad dan berkata, “Ya Rasulullah aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu untuk meminta saran”. Rasulullah pun bertanya, “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” “Ya, masih,” jawabnya. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya.” (HR. Ahmad).

Jadi, memuliakan orangtua dan merawatnya adalah perkara utama. Bahkan setara dengan jihad (perang) di jalan Allah. Sebaliknya, seorang Muslim yang tidak memuliakan orangtuanya, enggan merawatnya, dan enggan mendoakan niscara hidupnya akan jauh dari keberkahan. Sebagaimana dalam hadits,

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang enggan mendoakan kedua orangtua, maka niscara rizki anak tersebut di dunia akan terputus .” HR. Ad-Dailamy

Keutamaan Shalawat

Kalimat “Celakalah seorang hamba, jika namamu disebutkan di hadapannya tapi dia tidak bershalawat untukmu” menjelaskan tentang keutamaan membaca shalawat kepada Rasulullah. Sebagai umat, kita wajib berterimakasih atas perjuangan Nabi Muhammad serta beretika baik dengan bershalawat ketika namanya disebut.

Bershalawat setiap kali disebut nama Nabi Muhammad SAW tidak bisa dipandang ringan, karena di situlah kualitas mahabbah kita kepadanya.

Perintah bershalawat memiliki kemuliaan tersendiri dalam Al Qur’an, bahwa Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat dan memerintahkan umat Islam untuk bershalawat. Ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab:56)

Berdasarkan ayat ini para ulama sepakat bahwa hukum bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah wajib bagi setiap orang mukmin. Ibnu Abdil Barr sebagaimana dikutip oleh Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menuturkan bahwa para ulama telah sepakat bahwa bershalawat kepada Nabi SAW adalah wajib bagi setiap orang mukmin berdasarkan ayat ini.

Bershalawat adalah ungkapan cinta, pengakuan terhadap hasil perjuangan, dan harapan syafaat beliau di hari akhir kelak. Bershalawat dapat dilakukan tanpa terikat waktu dan tempat, bahkan saat bersantaipun dapat bershalawat.

Dalam kitab Al Fawaid Al Mukhtaroh, Syaikh Abdul Wahhab Asy Sya’roni meriwayatkan bahwa Abul Mawahib Asy Syadzily berkata: Aku pernah bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad SAW, aku bertanya “Ada hadis yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya?” Kemudian Nabi menjawab “Tidak demikian, ganjaran itu diberikan bagi siapa saja yang bershalawat kepadaku meski hatinya lalai.”

Berdasarkan beberapa hadis, setidaknya ada empat keburukan yang ditimpakan pada orang yang tidak bershalawat ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut:

Pertama, dicatat sebagai orang yang celaka. Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Sunni dari Jabir, Nabi Saw bersabda;

"Orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, kemudian ia tidak mau membaca shalawat kepadaku, maka ia telah celaka.”

Kedua, dicatat sebagai orang paling pelit, berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Sayidina Ali bin Abi Thalib, Nabi SAW bersabda;

"Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak mau membaca shalawat kepadaku.”

Ketiga, salah jalan menuju surga, berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani, Nabi Saw bersabda;

"Barangsiapa yang aku disebut di sisinya lalu luput ia tak bershalawat kepadaku maka ia telah salah jalan ke surga.”

Keempat, dicatat sebagai orang yang keras hatinya, berdasarkan hadis riwayat Abdurrazad, Nabi SAW bersabda;

"Termasuk kasar hatinya adalah ketika aku disebut di sisi seseorang lalu ia tidak bershalawat kepadaku.”

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Berita Lainnya

© 2007 - 2021 Okezone.com,

All Rights Reserved


Doa Agar Orang Yang Menyakiti Kita Menyesal, Minta Maaf

√ Berikut Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita

Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka atau dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi atau dianiaya Allah membolehkannya. Jadi saat seseorang dizalimi dan disakiti dan membaca doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar ditimpa musibah, Allah akan mengabulkannya. Allah swt telah berfirman : Islamic response to the recent phenomenon

Suatu kali Nabi Musa bertanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala tentang siapa yang Allah kasihi dan tidak kepada hamba-Nya. Pertanyaan itu kurang lebih seperti ini: “Ya Allah bagaimana aku tahu apa ciri orang-orang  yang tengah Engkau cintai dan tidak Engkau cintai.” Lalu Allah berfirman: Sesungunya bila AKU mencintai maka orang itu ada tandanya:

Pertama, Orang yang selalu berdzikir. Aku berikan tanda kalau Aku mencintainya maka orang-orang ini selalu berdzikir.

Dzikir dalam pengertian lebih luas  dimaknai sebagai perbuatan apapun yang semata-mata ridho karena Allah Subhanahu Wata’ala. Dan dzikir ini baik dalam bentuk ucapan, perbuatan ataupun lintasan dalam hati, masing-masing memiliki bobot dan nilai yang tinggi di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Salah satu kelebihan itu seperti disabdakan oleh Kanjeng Rasulullah saw:

“Barangsiapa yang masuk ke dalam pasar kemudian membaca: “laa ilaaha illalahu wahdahu laa syarikalah, wahua hayun laa yamut, wahua alaa kulli syain qodirr., kataballahulladzi alfa afi sanatin…” maka Allah memberikan pahala yang berlipat ribuan.”

Pasar memang mengasikkan tetapi perlu waspada. Di sana tidak sedikit kesempatan orang berbuat curang sangat banyak. Hingga dalam sebuah ayat, celaka besar orang yang menimbang dengan curang. Di pasar itu pulalah sering sekali ditemui timbangan yang dikurangi karena dicurangi. Di pasar juga sering terjadi gejolak harga yang sewaktu-waktu menguras harta dan tiba-tiba memberi keuntungan yang berlipat. Kebohongan, ketidakjujuran dan  lain sebagainya paling mudah ditemui di pasar dimana terjadi transaksi barang dan jasa.

Kita juga bisa melihat dalam doa-doa harian sebagai dzikir yang diinformasikan oleh para sahabat-sahabat Nabi saw dalam merekam tindakan Rasulullah Saw. Hampir dalam setiap perbuatan Rasulullah saw seperti direkam oleh para sahabatnya melakukan doa. Seperti mau tidur dan setelahnya ada doanya. Demikian hingga memakai baju dan melepaskannya. Bahkan ketika hendak masuk WC (water closet) dan keluarnya semua itu ternyata dimulai dan disudahi dengan doa. Untuk mengetahui doa-doa itu banyak sekali buku-buku mengutip doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw. Atau kalau mau merujuk ke sumber asli (hadits) silahkan membuka kitab-kitab hadits di sana banyak sekali.

Kenapa sampai harus membaca do’a-do’a tertentu. Salah satunya misalnya kenapa harus membaca doa saat masuk WC (water closet) doanya seperti berikut:

“Ya Allah lindungi kami dan (kejatahan) syetan laki-laki dan perempuan”

Dalam sebuah riwayat, orang dikejar-kejar syetan kemudian masuk WC dan membaca doa itu, maka kemudian syetan itu tidak bisa melihatnya.

Kelas dzikir kita dimana?

Kalau demikian dimanakah kelas (posisi) dzikir kita kepada Allah SwT. Sesuai dengan yang diajarkan Nabi saw seperti saat kita memakai pakaian, lalu berdoa sesuai sesuai yang diajarkan Nabi, saat itulah dalam kondisi berdzikir.

Selain dzikir yang berbentuk doa, juga disertai niat: “Saya niat memakai pakaian ini untuk menutup aurat karena Allah“. Atau dengan bahasa lain: “saya niat memakai pakaian supaya jangan masuk angin” dan seterusnya.  Niat seperti ini juga termasuk dalam kategori dzikir tingkat tinggi.

Kedua, Orang yang dijauhkan dari perbuatan haram.

Ciri kedua dari orang yang dicintai Allah adalah ia dijauhkan dari perbuatan haram. Sebab merekalah yang layak masuk surga, dan tidak pantas menerima adzab. Karenanya, kita bersyukur bila kita punya perasaan dan tindakan untuk membenci perbuatan-perbuatan jahat: Seperti membunuh, memfitnah, berjudi, berzina, takabur  dll. Jika memliki itu, maka kita memiliki salah satu ciri dicintai Allah subhanahu wata’ala.  Namun kita juga waspada sekali kepada dosa-dosa  yang samar dan tidak terasa seperti kadan-kadang muncul dengan sendirinya seperti membicarkan kejelekan orang, merasa benar dan sombong sendiri, merasa paling pinter dst.

Singkatnya, dua hal tersebut hendaknya menjadi tolok ukur sejauhmana kita berada di sisi Allah subhanahu wata’ala. Jika posisi kita ini tidak seperti dua hal di atas, maka berarti posisi kita sudah bisa diketahui menjadi orang yang tidak dicintai Allah subhanahu wata’ala .

Salah satunya adalah nafsu yang terus dibiarkan dan selalu melakukan perbuatan yang haram. Karena orang yang selalu berbuat haram adalah patut mendapat adzab. Sebab  mereka yang selalu mengikuti nafsunya sendri.

Akhirnya, marilah kita selalu mengedepankan husnudzdzon sekaligus memperbaiki diri guna menjaga amalan-amalan harian agar tetap dalam bimbingan Rasulullah saw. Tentunya dengan terus berupaya  meniru dan memperhatikan prilaku kita sebisa mungkin dengan menjaga sunah-sunah dan tentu saja setelah perbuatan yang wajib-wajib diperkekat.

Dengan terus berupaya belajar untuk tetap berada dalam rel wahyu dan berada di belakang Kanjeng Nabi Muhammad saw, Insya Allah kita bisa menjadi orang yang dicintai Allah. Sekali lagi orang yang dicintai Allah dan dibenci bisa diketahui dari ciri-cirinya. Karenanya mari kita teliti diri kita sendiri dalam kondisi apakah kita saat ini. Wallahu a’lam.

———–

Disampaikan dalam pertemuan bulanan warga Buntet Pesantren Cirebon di rumah Ust. Drs. H. Ahmad Saehu, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu, 9 November 2008.

Sumber: buntetpesantren.org

No comments yet — be the first.

Fill in your details below or click an icon to log in:

You are commenting using your WordPress.com account. ( Log Out /  Change )

You are commenting using your Google account. ( Log Out /  Change )

You are commenting using your Twitter account. ( Log Out /  Change )

You are commenting using your Facebook account. ( Log Out /  Change )

Connecting to %s

Notify me of new comments via email.

Notify me of new posts via email.





search


Doa jika dibenci orang - Doa dan Zikir

Jika anda dibenci oleh seseorang melampau-lampau atau tanpa sebab yang nyata, cuba sedekahkan Al-fatihah kepada orang itu. Insya-Allah, kebenciannya akan berkurangan atau hilang. ORANG YANG CELAKA DI BULAN RAMADHAN | Taawundakwah

Doa Orang Teraniaya dan Tersakiti dari Al Qur'an, Mujarab Mengatasi

Doa Orang Teraniaya dan Tersakiti dari Al Qur’an, Mujarab Mengatasi – Menjadi orang yang teraniaya atau dalam agama Islam biasa disebut dengan “zalim” yang bermakna “celaka” adalah suatu perbuatan yang tidak terpuji dan sangat dimurkai Allah SWT. Perbuatan zalim secara istilah dapat diartikan sebagai berbuat aniaya atau mencelakakan orang lain dengan maksud dan cara yang keluar dari ajaran syariat Islam.

Mengerikan, Ini Golongan Orang Celaka di Ramadhan yang Tertuang dalam

"Malaikat yang paling mulia telah diperintahkan untuk berdoa agar mereka celaka, dan doa ini diaminkan oleh makhluk yang paling mulia," ujar Ustaz Sofyan Ruray dalam pesannya yang diterima Jumat (16/4/2021). Baca Juga: Ternyata Nabi Muhammad SAW Pernah Tegur Sahabat yang Beribadah Berlebihan Mengapa Malaikat Doakan Celaka Orang yang tak Bershalawat

Mengapa Malaikat Doakan Celaka Orang yang tak Bershalawat? | Republika

Sebagian hadis menyebutkan bahwa orang-orang yang demikian itu termasuk golongan orang-orang yang paling kikir dan celaka. Mereka digolongkan sebagai orang yang keras hatinya dan lupa jalan menuju surga, sehingga masuk neraka jahanam. Diriwayatkan juga bahwa dia orang yang buruk amalan agamanya, dan tidak akan mendapat melihat wajah Baginda Nabi SAW.

3 Doa Malaikat Jibril yang Diamini Rasulullah : Okezone Muslim

Hadis ini menjelaskan tentang doa malaikat Jibril terkait tiga amalan buruk yang balasannya diaminkan langsung oleh Rasulullah SAW. Ungkapan “Celakalah seorang hamba” setidaknya memiliki dua makna, yaitu: ungkapan kebencian terhadap orang yang lalai memanfaatkan peluang meraih kebaikan berlimpah dan buruknya etika seorang Muslim terhadap sosok atau sesuatu yang dimuliakan Allah SWT. Mengerikan, Ini Golongan Orang Celaka di Ramadhan yang

Ciri Orang yang Dicintai dan Dibenci Allah | Point of View in Islam

Selain dzikir yang berbentuk doa, juga disertai niat: “Saya niat memakai pakaian ini untuk menutup aurat karena Allah“. Atau dengan bahasa lain: “saya niat memakai pakaian supaya jangan masuk angin” dan seterusnya. Niat seperti ini juga termasuk dalam kategori dzikir tingkat tinggi. Kedua, Orang yang dijauhkan dari perbuatan haram.

Doa Ketika Melihat Orang-orang Tertimpa Musibah

Dari Ibnu Umar dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna." Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu bagaimanapun juga." Amalan Doa Agar Orang Yang Menyakiti Kita Menyesal Dan

10 Doa Agar Didekatkan dengan Jodoh atau Orang yang Disukai Lengkap

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - 10 Doa Agar Didekatkan dengan Jodoh atau Orang yang Disukai Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya. Jodoh merupakan salah satu rahasia Allah swt untuk hambanya. Seseorang yang akan berumah tangga tentu saja akan mencari pasangan yang dapat diajak beribadah dan menjalani hidup bersama seumur hidupnya. doa+agar+orang+yang+dibenci+celaka

Ilmu Pembungkam Mulut Orang dengan Doa Membuat Orang Celaka | Posakti

Doa mencelakakan orang atau membuat orang celaka, tidak ada doa seperti ini. Yang demikian biasa disebut kutukan, atau umpatan, dan itu tidak perlu dilakukan. Akan lebih baik kalau kita selalu berdoa memohon kebaikan, mohon dibukakan pintu hati orang yang masih tidak sadar akan kesalahannya, agar dilapangkan pintu hatinya untuk saling memaafkan Berdoa merupakan keseharian umat Muslim, sebab ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Bahkan setiap anak diwajibkan memanjarkan doa untuk kedua orangtua masing-masing.

Berdoa adalah ajaran Nabi Muhammad sang Rasulullah SAW. Sementara orang yang mengamini doa orang lain, juga mendapat pahala.



Mengamini doa yang datang bukan dari diri sendiri juga pernah dilakukan Nabi Muhammad, yakni ketika ia mengamini tiga doa Malaikat Jibril.

Dikutip dari laman resmi Kemenag pada Kamis (30/4/2020), Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam memaparkan sebagai berikut:

Dari Jabir RA, bahwasanya Nabi Nuhammad SAW sang Rasulullah naik ke mimbar. Ketika naik ke anak tangga pertama, kedua, dan ketiga ia mengucapkan, “Amiin”.

Lalu para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, kami semua mendengar engkau berkata: Amiin, amiin, amiin. Nabi menjawab, ”Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril datang kepadaku dan berkata: Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan namun dosanya tidak diampuni. Maka Aku pun berkata: Amiin.

Kemudian Dia (Jibril) berkata: Celakalah seorang hamba, jika mendapati kedua atau salah satu orang tuanya masih hidup, namun keberadaan kedua orang tuanya tidak membuatnya masuk ke dalam surga. Aku pun berkata: Amiin.

Kemudian Dia (Jibril) berkata: Celakalah seorang hamba, jika namamu disebutkan dihadapannya tapi dia tidak bershalawat untukmu. Maka Aku pun berkata: Amiin.

(HR. Ibnu Khuzaimah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam shahih al-Tirmidzi)

Penjelasan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang doa malaikat Jibril terkait tiga amalan buruk yang balasannya diaminkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Ungkapan “Celakalah seorang hamba” setidaknya memiliki dua makna, yaitu: ungkapan kebencian terhadap orang yang lalai memanfaatkan peluang meraih kebaikan berlimpah dan buruknya etika seorang Muslim terhadap sosok atau sesuatu yang dimuliakan Allah SWT.

Obyek percakapan Malaikat Jibril AS dengan Rasulullah SAW dalam hadis ini adalah bulan Ramadan, kedua orang tua, dan Rasulullah SAW yang memiliki kemuliaan di sisi Allah SWT.

Memuliakan Bulan Ramadan

Kalimat “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan namun dosanya tidak diampuni”, menjelaskan sisi kemuliaan bulan Ramadan sebagai bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat, bulan penuh hidayah, bulan panen kebaikan, dan bulan yang mengembalikan manusia kepada fithrah.

Tetapi ironisnya, tidak sedikit umat Islam yang telah melewati bulan Ramadan namun kefithrahan jiwanya tidak kembali, justru “bebal” dalam kemaksiatan dan keburukan moral tanpa menoreh kebaikan. Oleh karena itu, malaikat Jibril langsung memberikan predikat “celaka”.

Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW menjelaskan keistimewaan bulan Ramadan yang tidak dimiliki bulan-bulan selainnya. Salah satunya hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu bentuk kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah ‘azza wajalla berfirman; “Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.” Dan orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan, (yaitu) kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kasturi.” (HR. Muslim).

Ramadan membuka pintu ampunan dosa seluas-luasnya. Ibadah puasa dan ibadah di malam hari yang dilakukan dengan penuh keimanan menjadi faktor utama pengampunan dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA,

"Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. (Hadis Shahih diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim)

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda;

"Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Memuliakan Orang Tua

Kalimat “Celakalah seorang hamba, jika mendapati kedua atau salah satu orang tuanya masih hidup, namun keberadaan kedua orangtuanya tidak membuatnya masuk ke dalam surga” menjelaskan sisi kemuliaan orangtua yang harus diperlakukan secara baik sepanjang hidupnya. Sisi kemuliaan orangtua tersebut ditegaskan dengan jaminan surga bagi anak yang setia membahagiakan dan merawatnya hingga akhir hayat.

Secara gamblang, Alquran menjelaskan dua perintah yang harus berjalan seiring dan tidak bisa dipisahkan, yaitu perintah menyembah Allah dan berlaku ihsan terhadap kedua orangtua serta perintah bersyukur kepada Allah dan kedua orangtua. Sebagaimana firman Allah SWT;

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak ." (QS. Al-Isra: 23)

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS Luqman:14)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Perintah berlaku ihsan dan berterimakasih kepada kedua orang tua merupakan kewajiban unlimited yaitu tanpa melihat batas usia orang tua, meski keduanya telah wafat maka perintah tersebut tetap melekat dalam diri seorang anak, tentunya dalam bentuk melanjutkan kebaikan keduanya, mendoakan, atau bershadaqah untuk keduanya.

Dalam sebuah hadits, suatu ketika, seorang sahabat bernama Jahimah pernah datang kepada Nabi Muhammad dan berkata, “Ya Rasulullah aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu untuk meminta saran”. Rasulullah pun bertanya, “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” “Ya, masih,” jawabnya. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya.” (HR. Ahmad).

Jadi, memuliakan orangtua dan merawatnya adalah perkara utama. Bahkan setara dengan jihad (perang) di jalan Allah. Sebaliknya, seorang Muslim yang tidak memuliakan orangtuanya, enggan merawatnya, dan enggan mendoakan niscara hidupnya akan jauh dari keberkahan. Sebagaimana dalam hadits,

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang enggan mendoakan kedua orangtua, maka niscara rizki anak tersebut di dunia akan terputus .” HR. Ad-Dailamy

Keutamaan Shalawat

Kalimat “Celakalah seorang hamba, jika namamu disebutkan di hadapannya tapi dia tidak bershalawat untukmu” menjelaskan tentang keutamaan membaca shalawat kepada Rasulullah. Sebagai umat, kita wajib berterimakasih atas perjuangan Nabi Muhammad serta beretika baik dengan bershalawat ketika namanya disebut.

Bershalawat setiap kali disebut nama Nabi Muhammad SAW tidak bisa dipandang ringan, karena di situlah kualitas mahabbah kita kepadanya.

Perintah bershalawat memiliki kemuliaan tersendiri dalam Al Qur’an, bahwa Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat dan memerintahkan umat Islam untuk bershalawat. Ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab:56)

Berdasarkan ayat ini para ulama sepakat bahwa hukum bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah wajib bagi setiap orang mukmin. Ibnu Abdil Barr sebagaimana dikutip oleh Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menuturkan bahwa para ulama telah sepakat bahwa bershalawat kepada Nabi SAW adalah wajib bagi setiap orang mukmin berdasarkan ayat ini.

Bershalawat adalah ungkapan cinta, pengakuan terhadap hasil perjuangan, dan harapan syafaat beliau di hari akhir kelak. Bershalawat dapat dilakukan tanpa terikat waktu dan tempat, bahkan saat bersantaipun dapat bershalawat.

Dalam kitab Al Fawaid Al Mukhtaroh, Syaikh Abdul Wahhab Asy Sya’roni meriwayatkan bahwa Abul Mawahib Asy Syadzily berkata: Aku pernah bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad SAW, aku bertanya “Ada hadis yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya?” Kemudian Nabi menjawab “Tidak demikian, ganjaran itu diberikan bagi siapa saja yang bershalawat kepadaku meski hatinya lalai.”

Berdasarkan beberapa hadis, setidaknya ada empat keburukan yang ditimpakan pada orang yang tidak bershalawat ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut:

Pertama, dicatat sebagai orang yang celaka. Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Sunni dari Jabir, Nabi Saw bersabda;

"Orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, kemudian ia tidak mau membaca shalawat kepadaku, maka ia telah celaka.”

Kedua, dicatat sebagai orang paling pelit, berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Sayidina Ali bin Abi Thalib, Nabi SAW bersabda;

"Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak mau membaca shalawat kepadaku.”

Ketiga, salah jalan menuju surga, berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani, Nabi Saw bersabda;

"Barangsiapa yang aku disebut di sisinya lalu luput ia tak bershalawat kepadaku maka ia telah salah jalan ke surga.”

Keempat, dicatat sebagai orang yang keras hatinya, berdasarkan hadis riwayat Abdurrazad, Nabi SAW bersabda;

"Termasuk kasar hatinya adalah ketika aku disebut di sisi seseorang lalu ia tidak bershalawat kepadaku.”

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Berita Lainnya

© 2007 - 2021 Okezone.com,

All Rights Reserved


Doa Agar Orang Yang Menyakiti Kita Menyesal, Minta Maaf

√ Berikut Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita

Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka atau dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi atau dianiaya Allah membolehkannya. Jadi saat seseorang dizalimi dan disakiti dan membaca doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar ditimpa musibah, Allah akan mengabulkannya. Allah swt telah berfirman : Islamic response to the recent phenomenon

Suatu kali Nabi Musa bertanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala tentang siapa yang Allah kasihi dan tidak kepada hamba-Nya. Pertanyaan itu kurang lebih seperti ini: “Ya Allah bagaimana aku tahu apa ciri orang-orang  yang tengah Engkau cintai dan tidak Engkau cintai.” Lalu Allah berfirman: Sesungunya bila AKU mencintai maka orang itu ada tandanya:

Pertama, Orang yang selalu berdzikir. Aku berikan tanda kalau Aku mencintainya maka orang-orang ini selalu berdzikir.

Dzikir dalam pengertian lebih luas  dimaknai sebagai perbuatan apapun yang semata-mata ridho karena Allah Subhanahu Wata’ala. Dan dzikir ini baik dalam bentuk ucapan, perbuatan ataupun lintasan dalam hati, masing-masing memiliki bobot dan nilai yang tinggi di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Salah satu kelebihan itu seperti disabdakan oleh Kanjeng Rasulullah saw:

“Barangsiapa yang masuk ke dalam pasar kemudian membaca: “laa ilaaha illalahu wahdahu laa syarikalah, wahua hayun laa yamut, wahua alaa kulli syain qodirr., kataballahulladzi alfa afi sanatin…” maka Allah memberikan pahala yang berlipat ribuan.”

Pasar memang mengasikkan tetapi perlu waspada. Di sana tidak sedikit kesempatan orang berbuat curang sangat banyak. Hingga dalam sebuah ayat, celaka besar orang yang menimbang dengan curang. Di pasar itu pulalah sering sekali ditemui timbangan yang dikurangi karena dicurangi. Di pasar juga sering terjadi gejolak harga yang sewaktu-waktu menguras harta dan tiba-tiba memberi keuntungan yang berlipat. Kebohongan, ketidakjujuran dan  lain sebagainya paling mudah ditemui di pasar dimana terjadi transaksi barang dan jasa.

Kita juga bisa melihat dalam doa-doa harian sebagai dzikir yang diinformasikan oleh para sahabat-sahabat Nabi saw dalam merekam tindakan Rasulullah Saw. Hampir dalam setiap perbuatan Rasulullah saw seperti direkam oleh para sahabatnya melakukan doa. Seperti mau tidur dan setelahnya ada doanya. Demikian hingga memakai baju dan melepaskannya. Bahkan ketika hendak masuk WC (water closet) dan keluarnya semua itu ternyata dimulai dan disudahi dengan doa. Untuk mengetahui doa-doa itu banyak sekali buku-buku mengutip doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw. Atau kalau mau merujuk ke sumber asli (hadits) silahkan membuka kitab-kitab hadits di sana banyak sekali.

Kenapa sampai harus membaca do’a-do’a tertentu. Salah satunya misalnya kenapa harus membaca doa saat masuk WC (water closet) doanya seperti berikut:

“Ya Allah lindungi kami dan (kejatahan) syetan laki-laki dan perempuan”

Dalam sebuah riwayat, orang dikejar-kejar syetan kemudian masuk WC dan membaca doa itu, maka kemudian syetan itu tidak bisa melihatnya.

Kelas dzikir kita dimana?

Kalau demikian dimanakah kelas (posisi) dzikir kita kepada Allah SwT. Sesuai dengan yang diajarkan Nabi saw seperti saat kita memakai pakaian, lalu berdoa sesuai sesuai yang diajarkan Nabi, saat itulah dalam kondisi berdzikir.

Selain dzikir yang berbentuk doa, juga disertai niat: “Saya niat memakai pakaian ini untuk menutup aurat karena Allah“. Atau dengan bahasa lain: “saya niat memakai pakaian supaya jangan masuk angin” dan seterusnya.  Niat seperti ini juga termasuk dalam kategori dzikir tingkat tinggi.

Kedua, Orang yang dijauhkan dari perbuatan haram.

Ciri kedua dari orang yang dicintai Allah adalah ia dijauhkan dari perbuatan haram. Sebab merekalah yang layak masuk surga, dan tidak pantas menerima adzab. Karenanya, kita bersyukur bila kita punya perasaan dan tindakan untuk membenci perbuatan-perbuatan jahat: Seperti membunuh, memfitnah, berjudi, berzina, takabur  dll. Jika memliki itu, maka kita memiliki salah satu ciri dicintai Allah subhanahu wata’ala.  Namun kita juga waspada sekali kepada dosa-dosa  yang samar dan tidak terasa seperti kadan-kadang muncul dengan sendirinya seperti membicarkan kejelekan orang, merasa benar dan sombong sendiri, merasa paling pinter dst.

Singkatnya, dua hal tersebut hendaknya menjadi tolok ukur sejauhmana kita berada di sisi Allah subhanahu wata’ala. Jika posisi kita ini tidak seperti dua hal di atas, maka berarti posisi kita sudah bisa diketahui menjadi orang yang tidak dicintai Allah subhanahu wata’ala .

Salah satunya adalah nafsu yang terus dibiarkan dan selalu melakukan perbuatan yang haram. Karena orang yang selalu berbuat haram adalah patut mendapat adzab. Sebab  mereka yang selalu mengikuti nafsunya sendri.

Akhirnya, marilah kita selalu mengedepankan husnudzdzon sekaligus memperbaiki diri guna menjaga amalan-amalan harian agar tetap dalam bimbingan Rasulullah saw. Tentunya dengan terus berupaya  meniru dan memperhatikan prilaku kita sebisa mungkin dengan menjaga sunah-sunah dan tentu saja setelah perbuatan yang wajib-wajib diperkekat.

Dengan terus berupaya belajar untuk tetap berada dalam rel wahyu dan berada di belakang Kanjeng Nabi Muhammad saw, Insya Allah kita bisa menjadi orang yang dicintai Allah. Sekali lagi orang yang dicintai Allah dan dibenci bisa diketahui dari ciri-cirinya. Karenanya mari kita teliti diri kita sendiri dalam kondisi apakah kita saat ini. Wallahu a’lam.

———–

Disampaikan dalam pertemuan bulanan warga Buntet Pesantren Cirebon di rumah Ust. Drs. H. Ahmad Saehu, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu, 9 November 2008.

Sumber: buntetpesantren.org

No comments yet — be the first.

Fill in your details below or click an icon to log in:

You are commenting using your WordPress.com account. ( Log Out /  Change )

You are commenting using your Google account. ( Log Out /  Change )

You are commenting using your Twitter account. ( Log Out /  Change )

You are commenting using your Facebook account. ( Log Out /  Change )

Connecting to %s

Notify me of new comments via email.

Notify me of new posts via email.





search


Doa jika dibenci orang - Doa dan Zikir

Jika anda dibenci oleh seseorang melampau-lampau atau tanpa sebab yang nyata, cuba sedekahkan Al-fatihah kepada orang itu. Insya-Allah, kebenciannya akan berkurangan atau hilang. ORANG YANG CELAKA DI BULAN RAMADHAN | Taawundakwah

Doa Orang Teraniaya dan Tersakiti dari Al Qur'an, Mujarab Mengatasi

Doa Orang Teraniaya dan Tersakiti dari Al Qur’an, Mujarab Mengatasi – Menjadi orang yang teraniaya atau dalam agama Islam biasa disebut dengan “zalim” yang bermakna “celaka” adalah suatu perbuatan yang tidak terpuji dan sangat dimurkai Allah SWT. Perbuatan zalim secara istilah dapat diartikan sebagai berbuat aniaya atau mencelakakan orang lain dengan maksud dan cara yang keluar dari ajaran syariat Islam.

Mengerikan, Ini Golongan Orang Celaka di Ramadhan yang Tertuang dalam

"Malaikat yang paling mulia telah diperintahkan untuk berdoa agar mereka celaka, dan doa ini diaminkan oleh makhluk yang paling mulia," ujar Ustaz Sofyan Ruray dalam pesannya yang diterima Jumat (16/4/2021). Baca Juga: Ternyata Nabi Muhammad SAW Pernah Tegur Sahabat yang Beribadah Berlebihan Mengapa Malaikat Doakan Celaka Orang yang tak Bershalawat

Mengapa Malaikat Doakan Celaka Orang yang tak Bershalawat? | Republika

Sebagian hadis menyebutkan bahwa orang-orang yang demikian itu termasuk golongan orang-orang yang paling kikir dan celaka. Mereka digolongkan sebagai orang yang keras hatinya dan lupa jalan menuju surga, sehingga masuk neraka jahanam. Diriwayatkan juga bahwa dia orang yang buruk amalan agamanya, dan tidak akan mendapat melihat wajah Baginda Nabi SAW.

3 Doa Malaikat Jibril yang Diamini Rasulullah : Okezone Muslim

Hadis ini menjelaskan tentang doa malaikat Jibril terkait tiga amalan buruk yang balasannya diaminkan langsung oleh Rasulullah SAW. Ungkapan “Celakalah seorang hamba” setidaknya memiliki dua makna, yaitu: ungkapan kebencian terhadap orang yang lalai memanfaatkan peluang meraih kebaikan berlimpah dan buruknya etika seorang Muslim terhadap sosok atau sesuatu yang dimuliakan Allah SWT. Mengerikan, Ini Golongan Orang Celaka di Ramadhan yang

Ciri Orang yang Dicintai dan Dibenci Allah | Point of View in Islam

Selain dzikir yang berbentuk doa, juga disertai niat: “Saya niat memakai pakaian ini untuk menutup aurat karena Allah“. Atau dengan bahasa lain: “saya niat memakai pakaian supaya jangan masuk angin” dan seterusnya. Niat seperti ini juga termasuk dalam kategori dzikir tingkat tinggi. Kedua, Orang yang dijauhkan dari perbuatan haram.

Doa Ketika Melihat Orang-orang Tertimpa Musibah

Dari Ibnu Umar dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa dikejutkan oleh orang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu, dan memberi kelebihan kepadaku atas semua yang di ciptakan-Nya dengan kelebihan yang sempurna." Maka dia akan diselamatkan dari musibah itu bagaimanapun juga." Amalan Doa Agar Orang Yang Menyakiti Kita Menyesal Dan

10 Doa Agar Didekatkan dengan Jodoh atau Orang yang Disukai Lengkap

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - 10 Doa Agar Didekatkan dengan Jodoh atau Orang yang Disukai Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya. Jodoh merupakan salah satu rahasia Allah swt untuk hambanya. Seseorang yang akan berumah tangga tentu saja akan mencari pasangan yang dapat diajak beribadah dan menjalani hidup bersama seumur hidupnya. doa+agar+orang+yang+dibenci+celaka

doa angelus,doa agar hati tenang,doa aku percaya,doa anak sholeh,doa adzan,doa ayat kursi,doa adalah,doa anak baru lahir,doa agar hujan berhenti,doa arwah,agar agar,agar agar swallow,agar agar plain,agar asi banyak,agar agar santan,agar agar powder,agar agar satelit,agar alpukat cepat matang,agar agar kering,agar agar lumut,urang aring,urang artinya,orang ambon,orang awam adalah,orang afrika,orang albino,urang awak artinya,orang amerika,orang aceh,orang aneh,yang ayam,yang ada badaknya,yang artinya,yang asli ada badaknya,yang and co,yang ada di karton,yang ayam kaesang,yang adalah konjungsi,yang adalah kata,yang aku sayang,dibenci adik beradik,dibenci allah,dibenci atau membenci,dibenci atasan,dibenci anak sendiri,army dibenci 20 fandom,aura dibenci orang,army dibenci 19 fandom,aroma dibenci tikus,aku dibenci keluargaku,celaka adalah,celaka arti indonesia,seloka lawak,celaka anwar,celaka arti bahasa inggrisnya,celaka apa maksud,celaka arti kata bahasa indonesia,celaka atau sial,celaka artinya apa,celaka adalah kamus bahasa indonesia

Doa Agar Orang Yang Menyakiti Kita Menyesal, Minta Maaf

ORANG YANG CELAKA DI BULAN RAMADHAN | Taawundakwah

Mengapa Malaikat Doakan Celaka Orang yang tak Bershalawat

Mengerikan, Ini Golongan Orang Celaka di Ramadhan yang

Amalan Doa Agar Orang Yang Menyakiti Kita Menyesal Dan

Doa Memanggil Orang yang Kita Sayang, Agar Setia dan Tidak

Doa Agar Orang Yang Membenci Kita Menjadi Baik – Apa Cerita

Doa Agar Orang Yang Membenci Kita Menjadi Baik PAda Kita

Orang yang Celaka yang tidak Mendapat Ampunan Allah

Doa agar Dijodohkan Dengan Orang Yang Kita Cintai - YouTube

doa agar dia mencintai kita lagi Archives - SpesialisAura.com

Doa Agar Orang Yang Membenci Kita Menjadi Sayang

doafuzziblog: Doa Agar Disayang Semua Orang

Pelita Hati: 26.08.2019 – Agar Tak Menjadi Celaka | SESAWI.NET

Cukup Baca Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita

Hamba yang paling celaka adalah hamba yangberwajah dan

Doa Agar Terhindar dari Sifat Dengki dan Jauh dari Bahaya

Doa orang yang tertimpa musibah - Doa dan Zikir

DOA ORANG YANG DIZALIMI DAN DISAKITI - Aku Sis Lin

Doa Istri Agar Suami Dijauhkan dari Selingkuh – Apakabar

Doa Agar Terhindar Dari Sifat Iri, Dengki, Hasad - DoaPengasih

Inilah Doa Orang Yang Dizalimi/Tersakiti - ISLAMICSEKAI

Jangan Sampai Anda Dibenci Dan Ditinggalkan Oleh Orang

Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat

Doa Agar Orang Suka Sama Kita Dengan Mudah Untuk Di Amalkan


Posting Komentar untuk "Doa Agar Orang Yang Dibenci Celaka"