Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa Agar Orang Tua Tidak Bertengkar


Bagaimana Cara Agar Orang Tua Tidak Sering Bertengkar | Wahdah Islamiyah

Juga mohonlah agar kedua orang tua Anda akur dan tidak suka bertengkar. Atau tempuhlah jalan musyawarah dengan ayah dan ibu Anda. Bicara dari hati ke hati, agar problem tersebut bisa diselesaikan secara bersama, sehingga sang ayah bisa kembali memberikan kalian nafkah secara rutin dan mencukupi. Assalamu’alaikum.Orang tua saya sudah berumur hampir 50 tahun, tapi mereka selalu bertengkar. Ayah saya orang yang tidak jujur dalam memberi nafkah kepada keluarga. Semakin ibu saya bekerja keras membantu ekonomi keluarga untuk menyekolahkan kami, ayah saya semakin lalai dalam memberi nafkah kepada ibu saya. Terkadang, jika ayah mendapat uang hasil kerjanya, ia tidak memberikan kepada ibu saya, tetapi ayah saya marah jika ibu mulai mengeluh karena pengeluaran semakin banyak sedangkan ibu harus menanggungnya sendiri.

Mohon sarannya ustadz, apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga saya ini, dan doa apa agar orang tua saya tidak terus-terusan bertengkar? Terima kasih sebelumnya ustadz. Wassalamu’alaikumRahma – Pontianak



Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, dan semoga selawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Nabi kita, Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau.

Saudari seiman -yang semoga senantiasa diberikan hidayah oleh Allah-! Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada Kami dalam rangka meminta saran dan arahan terkait problem yang menimpa Anda.

Pertama: Kewajiban memberi nafkah pada keluarga Anda tentunya menjadi tanggung jawab ayah Anda. Allah Ta’ala berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَاArtinya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 233).

Kedua: Ketahuilah bahwa yang terjadi pada keluarga Anda juga terjadi pada keluarga yang lain dengan ragam faktor dan kondisi. Oleh karena itu, yakinlah bahwa ini merupakan salah satu cobaan dan ujian dari Allah Ta’ala bagi keluarga kalian yang pasti memiliki hikmah dan solusi atasnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran sekaligus solusi yang tepat agar kalian bisa keluar dari problem ini.

Ketiga: Ketahuilah bahwa bila ayah Anda yang menjadi pemberi nafkah itu memang kikir dan enggan memberi nafkah yang mencukupi, maka boleh bagi kalian semua untuk mengambil hartanya secukupnya tanpa sepengetahuannya, sebagaimana yang disarankan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam kepada Hindun binti Utbah radhiyallahu’anha tatkala mengeluhkan suaminya, Abu Sufyan radhiyallahu’anhu yang agak kikir dalam memberinya nafkah. Beliau bersabda padanya, “Ambillah hartanya secara baik (tanpa sepengetahuannya) dengan kadar yang cukup untuk dirimu dan anak-anakmu.” (HR Bukhari).

Keempat: Adapun solusi yang mungkin bisa Anda lakukan agar mengembalikan hati ayah Anda untuk menafkahi kalian semua secara baik adalah:

1- Banyaklah berdoa kepada Allah Ta’ala agar membukakan pintu hati ayah Anda, memberinya hidayah, dan mengakurkan kedua orang tua Anda. Pilihlah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, utamanya dalam shalat malam Anda di sepertiga malam terakhir. Adapun doa khusus, maka tidak ada, dan Anda boleh berdoa dengan doa apa saja dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa Anda, karena yakinlah bahwa di antara doa yang sangat dikabulkan Allah adalah doa orang tua untuk anak-anaknya dan doa seorang anak untuk kedua orang tuanya.

2-Hendaknya Anda sebagai salah seorang putri di keluarga Anda menjadi media pendamai antara ayah dan ibu Anda. Mohonlah pada ayah Anda untuk memperhatikan nafkah Anda sekeluarga. Juga mohonlah agar kedua orang tua Anda akur dan tidak suka bertengkar. Atau tempuhlah jalan musyawarah dengan ayah dan ibu Anda. Bicara dari hati ke hati, agar problem tersebut bisa diselesaikan secara bersama, sehingga sang ayah bisa kembali memberikan kalian nafkah secara rutin dan mencukupi. Anda atau saudara-saudari Anda harus berani mengambil langkah ini, karena kalianlah orang-orang terdekat yang bisa menyelesaikan problem keluarga kalian, bukan orang lain.

3-Bila tidak ada solusi lain dan ayah Anda terus bersikeras, maka berusahalah untuk meminta pada kakek Anda, atau paman-paman atau bibi-bibi Anda yang kemungkinan besar saran dan nasihat mereka akan didengar oleh ayah Anda.

4-Bila ayah Anda juga tak bergeming, maka jalan terbaik bagi Anda adalah bersabar, sembari terus berdoa dan berusaha menyadarkan ayah Anda dengan berbagai cara baik secara langsung atau secara tidak langsung. Semoga beliau di berikan hidayah oleh Allah, dan kedua orang tua Anda menjadi akur seperti sedia kala. Aamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Dijawab oleh Ustadz Maulana La Eda, Lc, MA(Alumni S2 Fakultas Hadist Universitas Islam Medinah Munawwarah & Kandidat Doktor Hadist UIM)

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.

Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.






5 Efek Negatif yang terjadi jika Anak Melihat Orang Tua

Lakukan 5 Sikap Saat Orangtua Bertengkar, Biar Tak Fatal!

Jika terjadi kekerasan fisik dalam pertengkaran orang tua (KDRT) maka kamu tidak boleh diam. Segera minta pertolongan dari orang-orang sekitar untuk melerai kedua orangtua kamu. Ini memang sangat menyakitkan dan memalukan. Tapi kamu harus mencegah setiap bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Apalagi jika itu terjadi di dalam rumah kamu sendiri. Assalamu alaikum, pertanyaan saya jika posisi kita sebagai anak, bagaimana cara menghadapi orang tua yang selalu bertengkar karna adanya perbedaan pendapat walaupun persoalan sepele, apa tindakan yang harus dilakukan atau tips-tips untuk menghadapi keadaan tersebut.

Wa alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.ANM – Makassar

Jawaban:

Bismillah wal hamdulillah wa as shalatu wa as salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam.

Akhi penanya -semoga Allah merahmati antum – berkenaan dengan pertanyaan diatas, ada beberapa hal yang mesti dicermati :

Hal pertama : kedudukan bakti kepada kedua orang tua dalam Islam.

Berbakti kepada ke dua orang tua merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’la dan Rasul Nya Muhammad ﷺ di dalam Al Qura’n dan sunnah, bahkan ia termasuk sebaik-baik amalan yang sangat dicintai oleh Allah serta dapat mendekatkan seseorang kepada Nya.

Bakti ini harus tetap ditunaikan oleh anak meski kepada ke dua orang tua yang melakukan dosa besar berupa kesyirikan sekalipun, ia tetap diwajibkan berbakti kepada keduanya dengan cara yang baik/ ma’ruf, santun, lembut penuh kasih sayang, tentu dengan tetap menjaga kemurnian aqidah agar tidak terjerumus pada perbuatan syirik mereka.

Allah Ta’la menegaskan dalam QS. [Surat Luqman 14 – 15](وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ * وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ)

Artinya :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Perintah Allah ‘Azza wa jalla kepada setiap anak untuk senantiasa mempergauili kedua orang tua di dunia dengan baik , santun dan penuh kelembutan kembali di tegaskan Nya di dalam surah Al Isra’ 23-24.

(وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا * وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا)

Artinya :

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.[Surat Al-Isra’ 23 – 24].

Demikian pula Rasulullah ﷺ telah menerangkan dalam banyak hadits beliau tentang kedudukan bakti pada orang tua yang sangat tinggi.

Imam Bukhari dan Muslim – rahimahumallah- meriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu- bahwa beliau berkata :سَأَلْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : ( الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا ) ، قَالَ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ( ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ) ، قَالَ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ( الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ) .

Artinya :

Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ : Amalan apakah yang paling dicintai Allah ? Beliau ﷺ bersabda : “Sholat tepat pada waktunya”, aku berkata : lalu amalan apalagi ? . Beliau ﷺ bersabda : ” berbakti kepada kedua orang tua”. Aku berkata : kemudian apa lagi ?. Beliau bersabda : “kemudian jihad fi sabili. (HR. Bukhari dan Muslim )

dan masih banyak lagi dalil-dalil lain yang semakna dengannya, menunjukkan betapa tegasnya perintah berbakti pada kedua orang tua, bersikap hormat, santun dan lembut kepada keduanya.

Oleh karena itu maka Antum harus tetap berusaha bersikap hormat dan santun kepada kedua orang tua meski keduanya terlibat dalam percekcokan. Dan bahkan termasuk bahagian dari birrul walidain (berbakti kepada orang tua ) upaya Antum mendamaikan keduanya yang tengah terpasung dalam pertikaian dan pertengkaran. Sampaikan lah nasehat-nasehat yang lembut, bila perlu dengan nada memelas kepada mereka berdua.

Pilihlah momen-momen tepat saat berduaan dengan salah satu dari kedua orang tua untuk mengingatkan keduanya akan pentingnya saling menyayangi antara anggota keluarga, iangatkan pula tentang kebaikan masing-masing mereka kepada pasangannya serta pengorbanan-pengorbanan yang telah ia berikan untuk keluarga. Hal yang demikian tentu dapat membantu terciptanya harmonisasi dalam kehidupan rumah tangga dan dapat menjaga keutuhannya.

Hal kedua : Problematika Rumah Tangga.

Tidak ada satu keluarga pun yang dapat terlepas dari problem rumah tangga berupa perbedaan sikap, pandangan dan kebijakan yang acap kali berakhir dengan perdebatan sengit bahkan pertengkaran.

Hal itu merupakan sunnatullah dalam interaksi sosial sesama bani adam dan sekaligus menjadi sarana ujian bagi mereka sendiri , sejauh mana mereka dapat menundukkan hawa nafsu dan mengendalikan gejolak jiwa mereka patuh pada aturan yang telah ditetapkan oleh Allah atas mereka untuk senantiasa memperbaiki hubungan pergaulan sesama mereka dengan akhlak yang terpuji.

(وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ * إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ)

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

[Surat Hud 118 – 119].

Jika kita memahami bahwa pertikaian dan perselisihan itu adalah sunnatullah yang mesti terjadi dan bahwa hal itu juga merupakan ujian atas keimanan, maka seyogyanya kita tidak perlu terlalu panik menyikapinya, sebab kepanikan itu justru hanya menjadi senjata bagi syetan untuk membuat problem semakin akut dan bertambah banyak, dus mengurangi konsentrasi fikiran kita untuk menemukan solusi rabbaniyah dari pertikaian itu melalui tuntunan Al quraan dan sunnah.

Bukankah Allah berfirman :

(….. ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا)[Surat An-Nisa’ 59]

“….jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Oleh karena itu, maka jangan pernah panik,gelisah apalagi emosi ketika menyaksikan pertikaian antara kedua orang tua, tetaplah bersikap tenang , waspada dari hembusan bisikan syethan yang akan menambah keruh suasana rumah tangga, perbanyak zikir dan doa meminta kepada Allah solusi dari pertikaian tersebut.Allah berfirman :

(إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ)[Surat Al-A’raf 201]

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Berkenaan dengan ayat ini sahabat Sa’id bin Jubair sebagaimana yang dinukil oleh Imam Al Bagawi menjelaskan : berkenaan dengan seorang lelaki yang marah lalu ia berzikir mengingat Allah maka segera ia dpt menguasai kemarahannya.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ust. Fadhlan Akbar, Lc, M.H.I (Alumni Fakultas Syariah LIPIA Jakarta dan Ketua Komisi Aqidah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)

————–

Buat anda yang ingin konsultasi masalah agama islam, silahkan ke  https://wahdah.or.id/konsultasi-agama/

 

Terimakasih ini sebagai motivasi bagi saya insyaallah ?

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.

Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.






Baca Doa Ini Agar Dijauhkan dari Pertengkaran dalam Rumah Tangga

Umat Islam dianjurkan untuk menjaga amarah. Saat pertengkaran terjadi, alangkah baiknya bila kedua belah pihak saling menjaga emosi agar pertengkaran tidak semakin hebat. Dalam riwayat dari Tabrani, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad, Rasulullah SAW pernah memberi nasihat pada seorang sahabat yang bertengkar dengan istrinya. Berikut doa tersebut. Ingin Rujuk Tapi Orang Tua Tidak Setuju, Ini Doa

Menghadapi Orang Tua Yang Selalu Bertengkar | Wahdah Islamiyah

Hal pertama : kedudukan bakti kepada kedua orang tua dalam Islam. Berbakti kepada ke dua orang tua merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’la dan Rasul Nya Muhammad ﷺ di dalam Al Qura’n dan sunnah, bahkan ia termasuk sebaik-baik amalan yang sangat dicintai oleh Allah serta dapat mendekatkan seseorang kepada Nya.

Doa Untuk Orang Tua: Bacaan Arab, Latin dan Arti Lengkapnya

Doa Untuk Orang Tua - Salah satu amalan doa agar anak-anak bertaqwa, dijadikan sebagai orang tua di dunia dan di akhirat. Orang tua memiliki tanggung jawab Doa Untuk Orang Tua Lengkap dengan bahasa arab, latin dan indonesia beserta dalil nya + untuk kedua orang tua yang hidup dan sudah meninggal Doa Untuk Orang Tua yang Masih Hidup, yang Sakit Agar

Cara Menghentikan Pertengkaran Orang Tua (dengan Gambar) - wikiHow

Pakar kesehatan keluarga selalu merekomendasikan agar orang tua tidak bertengkar di depan anak-anaknya (kamu tidak perlu mengetahui semua detail kehidupan dan kekhawatiran dewasa mereka). Meskipun begitu, sangat penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa orang tua mereka memang bertengkar dari waktu ke waktu.

7 Contoh Doa Kristen Untuk Orangtua Terbaru 2021 | Betantt.com

Doa anak untuk Orang Tua. Doa Kristen Untuk Orangtua Dalam Bahasa Inggris. Contoh Doa Kristen Untuk Orangtua – Ada pepatah mengatakan “kasih ibu sepanjang masa“, sebagai anak kita tidak akan pernah bisa membalas kebaikan orangtua (ayah dan ibu). Bayangkan saja, ibu telah melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa, ayah telah banting tulang mencari TIPS AGAR ANAK BERBAKTI PADA ORANG TUA - YouTube

Apa yang Harus Kulakukan kalau Orang Tuaku Bertengkar? — PERPUSTAKAAN

Mengapa Orang Tua Bertengkar Secara umum, orang tuamu mungkin ”saling bersabar dengan kasih”. ( Efesus 4:2 ) Tetapi, Alkitab mengatakan, ”Semua orang telah berbuat dosa dan gagal mencapai kemuliaan Allah.”

Kamu yang Selalu Bertengkar dengan Orang Tua Pasti Merasakan 13 Hal Ini

Umumnya orang tua adalah sosok yang paling dekat dengan kita. Tapi ternyata tak semua orang tua merasakan itu. Adapula mereka yang setiap harinya harus bertengkar dengan orang tua karena berbagai alasan. Tak ada istilah akrab dalam hubungan antara orang tua dan anak ini. Apakah kamu salah satunya? Jika iya kamu pasti merasakan hal-hal ini. Tips Aman dan Tepat Bertengkar di Hadapan Anak

Agar Tidak Canggung, 5 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Usai Bertengkar dengan

Jika kamu atau orang tua mengalami kesulitan untuk mengontrol emosi, cobalah untuk bermeditasi dengan Riliv. Selain dapat membantumu lebih tenang, bermeditasi bersama orang tua juga dapat meningkatkan hubungan agar lebih harmonis. 2. Orang tua akan merasa bangga padamu jika kamu berani meminta maaf duluan doa agar orang tua tidak bertengkar
doa islam agar orang tua tidak bertengkar

Bagaimana Cara Agar Orang Tua Tidak Sering Bertengkar | Wahdah Islamiyah

Juga mohonlah agar kedua orang tua Anda akur dan tidak suka bertengkar. Atau tempuhlah jalan musyawarah dengan ayah dan ibu Anda. Bicara dari hati ke hati, agar problem tersebut bisa diselesaikan secara bersama, sehingga sang ayah bisa kembali memberikan kalian nafkah secara rutin dan mencukupi. Assalamu’alaikum.Orang tua saya sudah berumur hampir 50 tahun, tapi mereka selalu bertengkar. Ayah saya orang yang tidak jujur dalam memberi nafkah kepada keluarga. Semakin ibu saya bekerja keras membantu ekonomi keluarga untuk menyekolahkan kami, ayah saya semakin lalai dalam memberi nafkah kepada ibu saya. Terkadang, jika ayah mendapat uang hasil kerjanya, ia tidak memberikan kepada ibu saya, tetapi ayah saya marah jika ibu mulai mengeluh karena pengeluaran semakin banyak sedangkan ibu harus menanggungnya sendiri.

Mohon sarannya ustadz, apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga saya ini, dan doa apa agar orang tua saya tidak terus-terusan bertengkar? Terima kasih sebelumnya ustadz. Wassalamu’alaikumRahma – Pontianak



Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, dan semoga selawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Nabi kita, Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau.

Saudari seiman -yang semoga senantiasa diberikan hidayah oleh Allah-! Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada Kami dalam rangka meminta saran dan arahan terkait problem yang menimpa Anda.

Pertama: Kewajiban memberi nafkah pada keluarga Anda tentunya menjadi tanggung jawab ayah Anda. Allah Ta’ala berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَاArtinya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 233).

Kedua: Ketahuilah bahwa yang terjadi pada keluarga Anda juga terjadi pada keluarga yang lain dengan ragam faktor dan kondisi. Oleh karena itu, yakinlah bahwa ini merupakan salah satu cobaan dan ujian dari Allah Ta’ala bagi keluarga kalian yang pasti memiliki hikmah dan solusi atasnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran sekaligus solusi yang tepat agar kalian bisa keluar dari problem ini.

Ketiga: Ketahuilah bahwa bila ayah Anda yang menjadi pemberi nafkah itu memang kikir dan enggan memberi nafkah yang mencukupi, maka boleh bagi kalian semua untuk mengambil hartanya secukupnya tanpa sepengetahuannya, sebagaimana yang disarankan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam kepada Hindun binti Utbah radhiyallahu’anha tatkala mengeluhkan suaminya, Abu Sufyan radhiyallahu’anhu yang agak kikir dalam memberinya nafkah. Beliau bersabda padanya, “Ambillah hartanya secara baik (tanpa sepengetahuannya) dengan kadar yang cukup untuk dirimu dan anak-anakmu.” (HR Bukhari).

Keempat: Adapun solusi yang mungkin bisa Anda lakukan agar mengembalikan hati ayah Anda untuk menafkahi kalian semua secara baik adalah:

1- Banyaklah berdoa kepada Allah Ta’ala agar membukakan pintu hati ayah Anda, memberinya hidayah, dan mengakurkan kedua orang tua Anda. Pilihlah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, utamanya dalam shalat malam Anda di sepertiga malam terakhir. Adapun doa khusus, maka tidak ada, dan Anda boleh berdoa dengan doa apa saja dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa Anda, karena yakinlah bahwa di antara doa yang sangat dikabulkan Allah adalah doa orang tua untuk anak-anaknya dan doa seorang anak untuk kedua orang tuanya.

2-Hendaknya Anda sebagai salah seorang putri di keluarga Anda menjadi media pendamai antara ayah dan ibu Anda. Mohonlah pada ayah Anda untuk memperhatikan nafkah Anda sekeluarga. Juga mohonlah agar kedua orang tua Anda akur dan tidak suka bertengkar. Atau tempuhlah jalan musyawarah dengan ayah dan ibu Anda. Bicara dari hati ke hati, agar problem tersebut bisa diselesaikan secara bersama, sehingga sang ayah bisa kembali memberikan kalian nafkah secara rutin dan mencukupi. Anda atau saudara-saudari Anda harus berani mengambil langkah ini, karena kalianlah orang-orang terdekat yang bisa menyelesaikan problem keluarga kalian, bukan orang lain.

3-Bila tidak ada solusi lain dan ayah Anda terus bersikeras, maka berusahalah untuk meminta pada kakek Anda, atau paman-paman atau bibi-bibi Anda yang kemungkinan besar saran dan nasihat mereka akan didengar oleh ayah Anda.

4-Bila ayah Anda juga tak bergeming, maka jalan terbaik bagi Anda adalah bersabar, sembari terus berdoa dan berusaha menyadarkan ayah Anda dengan berbagai cara baik secara langsung atau secara tidak langsung. Semoga beliau di berikan hidayah oleh Allah, dan kedua orang tua Anda menjadi akur seperti sedia kala. Aamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Dijawab oleh Ustadz Maulana La Eda, Lc, MA(Alumni S2 Fakultas Hadist Universitas Islam Medinah Munawwarah & Kandidat Doktor Hadist UIM)

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.

Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.






5 Efek Negatif yang terjadi jika Anak Melihat Orang Tua

Lakukan 5 Sikap Saat Orangtua Bertengkar, Biar Tak Fatal!

Jika terjadi kekerasan fisik dalam pertengkaran orang tua (KDRT) maka kamu tidak boleh diam. Segera minta pertolongan dari orang-orang sekitar untuk melerai kedua orangtua kamu. Ini memang sangat menyakitkan dan memalukan. Tapi kamu harus mencegah setiap bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Apalagi jika itu terjadi di dalam rumah kamu sendiri. Assalamu alaikum, pertanyaan saya jika posisi kita sebagai anak, bagaimana cara menghadapi orang tua yang selalu bertengkar karna adanya perbedaan pendapat walaupun persoalan sepele, apa tindakan yang harus dilakukan atau tips-tips untuk menghadapi keadaan tersebut.

Wa alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.ANM – Makassar

Jawaban:

Bismillah wal hamdulillah wa as shalatu wa as salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam.

Akhi penanya -semoga Allah merahmati antum – berkenaan dengan pertanyaan diatas, ada beberapa hal yang mesti dicermati :

Hal pertama : kedudukan bakti kepada kedua orang tua dalam Islam.

Berbakti kepada ke dua orang tua merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’la dan Rasul Nya Muhammad ﷺ di dalam Al Qura’n dan sunnah, bahkan ia termasuk sebaik-baik amalan yang sangat dicintai oleh Allah serta dapat mendekatkan seseorang kepada Nya.

Bakti ini harus tetap ditunaikan oleh anak meski kepada ke dua orang tua yang melakukan dosa besar berupa kesyirikan sekalipun, ia tetap diwajibkan berbakti kepada keduanya dengan cara yang baik/ ma’ruf, santun, lembut penuh kasih sayang, tentu dengan tetap menjaga kemurnian aqidah agar tidak terjerumus pada perbuatan syirik mereka.

Allah Ta’la menegaskan dalam QS. [Surat Luqman 14 – 15](وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ * وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ)

Artinya :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Perintah Allah ‘Azza wa jalla kepada setiap anak untuk senantiasa mempergauili kedua orang tua di dunia dengan baik , santun dan penuh kelembutan kembali di tegaskan Nya di dalam surah Al Isra’ 23-24.

(وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا * وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا)

Artinya :

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.[Surat Al-Isra’ 23 – 24].

Demikian pula Rasulullah ﷺ telah menerangkan dalam banyak hadits beliau tentang kedudukan bakti pada orang tua yang sangat tinggi.

Imam Bukhari dan Muslim – rahimahumallah- meriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu- bahwa beliau berkata :سَأَلْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : ( الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا ) ، قَالَ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ( ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ) ، قَالَ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ( الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ) .

Artinya :

Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ : Amalan apakah yang paling dicintai Allah ? Beliau ﷺ bersabda : “Sholat tepat pada waktunya”, aku berkata : lalu amalan apalagi ? . Beliau ﷺ bersabda : ” berbakti kepada kedua orang tua”. Aku berkata : kemudian apa lagi ?. Beliau bersabda : “kemudian jihad fi sabili. (HR. Bukhari dan Muslim )

dan masih banyak lagi dalil-dalil lain yang semakna dengannya, menunjukkan betapa tegasnya perintah berbakti pada kedua orang tua, bersikap hormat, santun dan lembut kepada keduanya.

Oleh karena itu maka Antum harus tetap berusaha bersikap hormat dan santun kepada kedua orang tua meski keduanya terlibat dalam percekcokan. Dan bahkan termasuk bahagian dari birrul walidain (berbakti kepada orang tua ) upaya Antum mendamaikan keduanya yang tengah terpasung dalam pertikaian dan pertengkaran. Sampaikan lah nasehat-nasehat yang lembut, bila perlu dengan nada memelas kepada mereka berdua.

Pilihlah momen-momen tepat saat berduaan dengan salah satu dari kedua orang tua untuk mengingatkan keduanya akan pentingnya saling menyayangi antara anggota keluarga, iangatkan pula tentang kebaikan masing-masing mereka kepada pasangannya serta pengorbanan-pengorbanan yang telah ia berikan untuk keluarga. Hal yang demikian tentu dapat membantu terciptanya harmonisasi dalam kehidupan rumah tangga dan dapat menjaga keutuhannya.

Hal kedua : Problematika Rumah Tangga.

Tidak ada satu keluarga pun yang dapat terlepas dari problem rumah tangga berupa perbedaan sikap, pandangan dan kebijakan yang acap kali berakhir dengan perdebatan sengit bahkan pertengkaran.

Hal itu merupakan sunnatullah dalam interaksi sosial sesama bani adam dan sekaligus menjadi sarana ujian bagi mereka sendiri , sejauh mana mereka dapat menundukkan hawa nafsu dan mengendalikan gejolak jiwa mereka patuh pada aturan yang telah ditetapkan oleh Allah atas mereka untuk senantiasa memperbaiki hubungan pergaulan sesama mereka dengan akhlak yang terpuji.

(وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ * إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ)

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

[Surat Hud 118 – 119].

Jika kita memahami bahwa pertikaian dan perselisihan itu adalah sunnatullah yang mesti terjadi dan bahwa hal itu juga merupakan ujian atas keimanan, maka seyogyanya kita tidak perlu terlalu panik menyikapinya, sebab kepanikan itu justru hanya menjadi senjata bagi syetan untuk membuat problem semakin akut dan bertambah banyak, dus mengurangi konsentrasi fikiran kita untuk menemukan solusi rabbaniyah dari pertikaian itu melalui tuntunan Al quraan dan sunnah.

Bukankah Allah berfirman :

(….. ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا)[Surat An-Nisa’ 59]

“….jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Oleh karena itu, maka jangan pernah panik,gelisah apalagi emosi ketika menyaksikan pertikaian antara kedua orang tua, tetaplah bersikap tenang , waspada dari hembusan bisikan syethan yang akan menambah keruh suasana rumah tangga, perbanyak zikir dan doa meminta kepada Allah solusi dari pertikaian tersebut.Allah berfirman :

(إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ)[Surat Al-A’raf 201]

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Berkenaan dengan ayat ini sahabat Sa’id bin Jubair sebagaimana yang dinukil oleh Imam Al Bagawi menjelaskan : berkenaan dengan seorang lelaki yang marah lalu ia berzikir mengingat Allah maka segera ia dpt menguasai kemarahannya.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ust. Fadhlan Akbar, Lc, M.H.I (Alumni Fakultas Syariah LIPIA Jakarta dan Ketua Komisi Aqidah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)

————–

Buat anda yang ingin konsultasi masalah agama islam, silahkan ke  https://wahdah.or.id/konsultasi-agama/

 

Terimakasih ini sebagai motivasi bagi saya insyaallah ?

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel.

Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.






Baca Doa Ini Agar Dijauhkan dari Pertengkaran dalam Rumah Tangga

Umat Islam dianjurkan untuk menjaga amarah. Saat pertengkaran terjadi, alangkah baiknya bila kedua belah pihak saling menjaga emosi agar pertengkaran tidak semakin hebat. Dalam riwayat dari Tabrani, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad, Rasulullah SAW pernah memberi nasihat pada seorang sahabat yang bertengkar dengan istrinya. Berikut doa tersebut. Ingin Rujuk Tapi Orang Tua Tidak Setuju, Ini Doa

Menghadapi Orang Tua Yang Selalu Bertengkar | Wahdah Islamiyah

Hal pertama : kedudukan bakti kepada kedua orang tua dalam Islam. Berbakti kepada ke dua orang tua merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’la dan Rasul Nya Muhammad ﷺ di dalam Al Qura’n dan sunnah, bahkan ia termasuk sebaik-baik amalan yang sangat dicintai oleh Allah serta dapat mendekatkan seseorang kepada Nya.

Doa Untuk Orang Tua: Bacaan Arab, Latin dan Arti Lengkapnya

Doa Untuk Orang Tua - Salah satu amalan doa agar anak-anak bertaqwa, dijadikan sebagai orang tua di dunia dan di akhirat. Orang tua memiliki tanggung jawab Doa Untuk Orang Tua Lengkap dengan bahasa arab, latin dan indonesia beserta dalil nya + untuk kedua orang tua yang hidup dan sudah meninggal Doa Untuk Orang Tua yang Masih Hidup, yang Sakit Agar

Cara Menghentikan Pertengkaran Orang Tua (dengan Gambar) - wikiHow

Pakar kesehatan keluarga selalu merekomendasikan agar orang tua tidak bertengkar di depan anak-anaknya (kamu tidak perlu mengetahui semua detail kehidupan dan kekhawatiran dewasa mereka). Meskipun begitu, sangat penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa orang tua mereka memang bertengkar dari waktu ke waktu.

7 Contoh Doa Kristen Untuk Orangtua Terbaru 2021 | Betantt.com

Doa anak untuk Orang Tua. Doa Kristen Untuk Orangtua Dalam Bahasa Inggris. Contoh Doa Kristen Untuk Orangtua – Ada pepatah mengatakan “kasih ibu sepanjang masa“, sebagai anak kita tidak akan pernah bisa membalas kebaikan orangtua (ayah dan ibu). Bayangkan saja, ibu telah melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa, ayah telah banting tulang mencari TIPS AGAR ANAK BERBAKTI PADA ORANG TUA - YouTube

Apa yang Harus Kulakukan kalau Orang Tuaku Bertengkar? — PERPUSTAKAAN

Mengapa Orang Tua Bertengkar Secara umum, orang tuamu mungkin ”saling bersabar dengan kasih”. ( Efesus 4:2 ) Tetapi, Alkitab mengatakan, ”Semua orang telah berbuat dosa dan gagal mencapai kemuliaan Allah.”

Kamu yang Selalu Bertengkar dengan Orang Tua Pasti Merasakan 13 Hal Ini

Umumnya orang tua adalah sosok yang paling dekat dengan kita. Tapi ternyata tak semua orang tua merasakan itu. Adapula mereka yang setiap harinya harus bertengkar dengan orang tua karena berbagai alasan. Tak ada istilah akrab dalam hubungan antara orang tua dan anak ini. Apakah kamu salah satunya? Jika iya kamu pasti merasakan hal-hal ini. Tips Aman dan Tepat Bertengkar di Hadapan Anak

Agar Tidak Canggung, 5 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Usai Bertengkar dengan

Jika kamu atau orang tua mengalami kesulitan untuk mengontrol emosi, cobalah untuk bermeditasi dengan Riliv. Selain dapat membantumu lebih tenang, bermeditasi bersama orang tua juga dapat meningkatkan hubungan agar lebih harmonis. 2. Orang tua akan merasa bangga padamu jika kamu berani meminta maaf duluan doa agar orang tua tidak bertengkar
doa islam agar orang tua tidak bertengkar

doa angelus,doa agar hati tenang,doa aku percaya,doa anak sholeh,doa adzan,doa ayat kursi,doa adalah,doa anak baru lahir,doa agar hujan berhenti,doa arwah,agar agar,agar agar swallow,agar agar plain,agar asi banyak,agar agar santan,agar agar powder,agar agar satelit,agar alpukat cepat matang,agar agar kering,agar agar lumut,urang aring,urang artinya,orang ambon,orang awam adalah,orang afrika,orang albino,urang awak artinya,orang amerika,orang aceh,orang aneh,tua artinya,tua agustinus tamba,tya ariestya,tua aeng,tua tua keladi lirik,tua tua keladi anggun,tua tua keladi artinya,tua pek kong,tua tua keladi chord,tua tagovailoa,tidak apa apa bahasa korea,tidak ada larangan mudik 2021,tidak ada manusia yang sempurna,tidak ada salju disini,tidak apa apa,tidak ada larangan mudik,tidak ada bahasa inggris,tidak apa apa bahasa inggris,tidak apa apa bahasa sunda,tidak ada hotspot di iphone,bertengkar adalah,bertengkar artinya,bertengkar akan membuat diri menjadi,bertengkar angka togelnya,bertengkar apakah membatalkan puasa,bertengkar angka 2d,bertengkar alasan,bertengkar apa bahasa inggrisnya,bertengkar angka,anak bertengkar dengan orang tua

5 Efek Negatif yang terjadi jika Anak Melihat Orang Tua

Ingin Rujuk Tapi Orang Tua Tidak Setuju, Ini Doa

Doa Untuk Orang Tua yang Masih Hidup, yang Sakit Agar

TIPS AGAR ANAK BERBAKTI PADA ORANG TUA - YouTube

Tips Aman dan Tepat Bertengkar di Hadapan Anak

Doa Agar Orang Yang Berhutang Cepat Membayar Hutangnya

10 Best images about Mukjizat Sholat dan Doa on Pinterest

Anak Sering Bertengkar, Ini Sikap yang Mesti Diambil Orang Tua

Doa agar Direstui Orang Tua untuk Menikah Dengan Pilihan

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Serta yang Masih

Doa Agar Anak Disiplin dalam Salat - kumparan.com

3 Bahaya Orang Tua Bertengkar di Depan Anak

Doa Agar Tidak Terjadi Perceraian Dalam Rumah Tangga

Agar Tidak Canggung, 5 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Usai

Doa Agar Anak Sholeh, Sholehah, Pintar, Penurut Dan Sukses

10 Doa Orang Tua Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah

Doa agar Dagangan Laris Manis, Cepat Laku dan Berkah

Kumpulan Doa Agar Anak Pintar dan Pandai

Doa Agar Orang Tua Merestui - Ilmu Mahabbah

12 Doa Orang Tua Agar Memiliki Anak Yang Sholeh - Gustani.ID

Doa Agar Disukai Banyak Orang Menurut Islam

Doa Cara Mendapatkan Anak Laki laki Bagi Anda Yang Sedang

Doa Agar Orang Yang Kita Cintai Menjadi Jodoh (Doa Cepat

Kumpulan Doa Orang Tua Agar Anaknya Cerdas dan Dikelilingi

Doa Untuk Ibu Yang Sedang Sakit Agar Cepat Sembuh


Posting Komentar untuk "Doa Agar Orang Tua Tidak Bertengkar"